Denpasar – 5 Maret 2026 Kondisi perekonomian Bali diperkirakan tetap tumbuh positif di tengah tantangan perlambatan ekonomi global. Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Bapak Erwin Soeriadimadja, dalam kegiatan bincang bersama media yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali, Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa saat ini suku bunga acuan atau BI Rate berada pada level 4,75 persen. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjangkar ekspektasi inflasi pada tahun 2026. Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.
Menurutnya, tantangan utama perekonomian pada tahun 2026 adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang berpotensi mempengaruhi aktivitas ekonomi di berbagai daerah, termasuk Bali. Untuk merespons ketidakpastian tersebut, Bank Indonesia berfokus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Bali agar tetap stabil dan berkelanjutan.
Secara kinerja, ekonomi Bali pada tahun 2025 tercatat tumbuh sekitar 5,8 persen. Pertumbuhan tersebut sebagian besar ditopang oleh sektor pariwisata yang memberikan kontribusi sekitar 2,9 persen, sementara sisanya berasal dari sektor lain seperti pertanian, konstruksi, dan sektor pendukung ekonomi lainnya.
Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2026 berada pada kisaran 5,5 hingga 5,9 persen. Bahkan, dengan dukungan kinerja sektor pariwisata yang terus pulih, serta penguatan sektor pertanian dan konstruksi, pertumbuhan ekonomi Bali berpotensi menembus angka di atas 6 persen.
Melalui berbagai kebijakan yang ditempuh, Bank Indonesia berharap stabilitas ekonomi tetap terjaga serta mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan dan pembangunan daerah di Bali.
Nar : IWSS Up: GAS