Pemkab Klungkung dan PHDI Gelar Ramah Tamah serta Penyerahan Punia kepada Rohaniawan Hindu

Takmung – 21 Mei 2026 – PHDI Kabupaten Klungkung bersama Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar kegiatan ramah tamah dan penyerahan punia secara simbolis kepada rohaniawan Hindu di Taman Yadnya Banjar Losan, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan moderasi kehidupan beragama di Kabupaten Klungkung.

Ketua PHDI Kabupaten Klungkung dalam sambutannya menyampaikan berbagai program pembinaan keagamaan yang terus dilaksanakan PHDI guna memperkuat pemahaman tatwa dan susila di tengah masyarakat. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan yakni Manusa Yadnya Sapuh Leger Massal pada Tumpek Wayang, Sabtu 10 Oktober 2026 mendatang.

Selain itu, PHDI Kabupaten Klungkung juga terus melaksanakan pembinaan tatwa dan susila melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk program Sudi Wadani yang melibatkan penyuluh agama Hindu untuk memberikan pendampingan dan konseling kepada masyarakat. Dalam pelaksanaan pembinaan tatwa dan susila tersebut, PHDI juga bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Klungkung.

Ketua PHDI Kabupaten Klungkung juga menjelaskan bahwa pihaknya terus mendekatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui program “PHDI Menyapa Masyarakat” dengan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi keagamaan kepada generasi muda. Selain itu, penyebarluasan nilai-nilai keagamaan juga dilakukan melalui siaran di Radio Bokashi sebagai media edukasi dan pembinaan umat Hindu.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi kepada para pemuka agama Hindu yang selama ini senantiasa mendoakan ketenteraman dan keharmonisan masyarakat Klungkung. Menurutnya, melalui Program Satria Peduli, pemerintah daerah ingin menumbuhkan ketulusan hati dan kepedulian kepada para rohaniawan yang memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan spiritual masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan ketulusan hati kami kepada pemuka agama yang selama ini beliau-beliau senantiasa berdoa untuk ketenteraman masyarakat Klungkung,” ujarnya.

Bupati Klungkung juga meminta PHDI untuk terus memperkuat pemahaman tatwa agama serta menjaga warisan leluhur Bali yang adi luhung. Ia menegaskan bahwa warisan paling penting yang harus dijaga bukan hanya harta benda, melainkan keyakinan, nilai spiritual, dan bakti kepada agama.

“Warisan yang paling penting adalah keyakinan dan bakti kita kepada agama, melebihi harta,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dapat terus terjalin dalam menjaga keharmonisan, moderasi beragama, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual di Kabupaten Klungkung.

*iwss

Accessibility Toolbar